Headlines News :
Home » » Skripsi DI Ujung Jalan

Skripsi DI Ujung Jalan

Written By Henry Sakukurata on Kamis, 12 Juli 2012 | 01.57

Skripsi itu seperti bulan, dari kejauhan keliatan gampang dikerjain, tapi waktu dideketin ternyata banyak kerikil, kawah, dan jurang yang harus dihadapi!

Skripsi itu seperti sendal jepit, dicari kalau pas butuh doang! Skripsi itu seperti sebuah kemeja, dipakai hanya untuk formalitas "......"

Skripsi itu seperti kata Sheila On 7 (berhenti berharap), kau ajarkan aku bahagia, kau ajarkan aku derita, kau tunjukkan aku bahagia, kau tunjukkan aku derita "....."

Skripsi itu seperti sebuah pelarian, pelarian ngeliat teman-teman gw sudah wisuda sementara gua belum!

Skripsi itu seperti mie Sedap, "karena DATA nggak bisa bohong" #ugh..
Skripsi itu seperti baja, harus ditempa dulu supaya kelak bisa menjadikan kita apa!

Tapi... Skripsi bukan peramal yang bisa menjawab besok gw akan jadi apa. Skripsi bukan tongkat sihir yang bisa menjadi senjata untuk menaklukan masa depan, Karena skripsi adalah sebuah dunia yang disana gw bisa gagal, tapi sebuah keberhasilan itu bukan berarti segala-galanya.

Buat gw, bukan berapa IPK yang harus kita kejar tapi IPK segini bakal menjadikan kita apa.

~ Artinya -> So ketika kalian yakin IPK 2 koma jleb bisa mengantarkan kalian jadi RI 1, ngapain ngejar IPK 4 yang bakal jadiin lo Asisten Mentri -___- Simple but complicated "...."

Tapi itu proses yah, masing-masing orang punya persepsi dan pendapat sendiri-sendiri guys. Lo nggak bisa menganggap apa yang ada di hidup elo itu benar bagi orang lain. Apapun jalan yang lo ambil, benar atau salah itu konsekuensi lo sendiri. Jadi kadang gw bingung, hidup ini kasirnya bayar depan atau belakang?

Tapi apalah itu, yang jelas hidup tak seperti restoran fast food, rite? lo bayar depan dulu baru boleh makan. Buat gw, hidup itu WARTEG! kita puas-puasin makan apa aja yang kita suka, barulah itung-itungannya dibelakang. So hidup itu proses guys. Berjam-jam gua seminar Andrie Wongso tapi hanya ada satu kalimat yang sampe sekarang gw ingat kuat-kuat dan gw pegang kenceng" "Di dunia ini tidak ada yang instant, yang ada belajarlah dengan sedikit menderita."

Dan ini tentang SKRIPSI dari Pak Anies Baswedan yang #sesuatu BGT "....." rasanya seperti ditampar kaktus setelah baca ini haakzz (۳˚Д˚)۳

# Menulis skripsi adalah menaklukan diri sendiri.
# Cara mengerjakan skripsi adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri.
# Skripsi bukan sekadar soal riset; skripsi adalah si mulasi cara berkarya/ bekerja setelah lulus kuliah.
# Menunda-nunda pengerjaan skripsi adalah mengakumulasi rasa sesal.
# Akhirnya skripsi yang ditunda-tunda itu tetap harus diselesaikan juga.
# Membaca referensi banyak-banyak buat skripsi itu baik, tapi menuliskan hasil bacaan itu jauh lebih baik :).
# Makin lama jeda pengerjaan skripsi, makin sulit memulainya lagi.
# Makin sulit memulai lagi, makin lama selesainya.
# Skripsi yang membanggakan & menenangkan seumur hidup penulisnya adalah skripsi dibuat dng KEJUJURAN.
# Sibuk mengerjakan skripsi itu baik, tapi menyelesaikan skripsi itu jauh lebih baik :).
# Dan akhirnya, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai

Dear, pak Anies Basw, I don't know how to tell, but you light up my world like nobody else :D Walau begitu, saya nggak mau jadi mahasiswa prematur yang pengennya lulus buru-buru sebelum waktunya, dan ketika lulus beneran nggak tau mo ngapain -___-" Terus Hayang Maneh Naon..?? Teuingng...HeHeHe
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya