Headlines News :
Home » » Manajemen Public Relations

Manajemen Public Relations

Written By Henry Sakukurata on Selasa, 12 Maret 2013 | 22.25




MARKETING PUBLIK RELATION
1.      APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG MEREK DAN BAGAIMANA MEMBANGUN MEREK MELALUI KEGIATAN KEHUMASAN?
·         Membuat & menyebar luaskan : Press Release, Foto Kegiatan, Artikel/tulisan ke media massa / press
·         Menyelenggarakan press conferrence, resepsi dan kunjungan perusahaan.
·         Memberikan pelayanan informasi terhadap media / press.
·         Mengatur wawancara manajemen dengan press, radio, Tv
·         Memberi pengarahan kepda photographer & menyimpan dokumentasi foto
·         Menerbitkan House Journal dan membuat video tapes, slide, dll
·         Membuat External dan mendistribusikan kepada konsumen, users, distributor
·         Membuat company profile, annual report, katalog, poster, dan printed material.
·         Membuat film dokumenter / audio visual
·         Menyelenggarakan pemeran / display (peragaan)
·         Memasyarakatkan corporate identity : logo, warna, tipografi, seragam, dll
·         Sponsorship
·         Penerbangan / pelayaran perdana, test drive
·         Menghadiri berbagai management meeting
·         Menghadiri pertemuan dengan sales executive, distributor, supplier.
·         Mewakili perusahaan dalam pertemuan asosiai
·         Berhubungan dengan konsultasi PR (jika diperlukan)
·         Melatih Staff PR
·         Riser Opini
·         Mengatur iklan/berhubungan dengan biro iklan
·         Berhubungan dengan pejabat pemuka masyarakat
·         Mengatur acara resmi : Undangan, VIP, Press, Dll
·         Mengatur kunjungan VIP
·         Special Events
·         Kliping dan dokumentasi
·         Analisa dan evaluasi hasil kerja divisi PR.
Merek adalah :
Menurut David A. Aaker, merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (baik berupa logo,cap/kemasan) untuk mengidentifikasikan barang/jasa dari seorang penjual/kelompok penjual tertentu. Tanda pembeda yang digunakan suatu badan usaha sebagai penanda identitasnya dan produk barang atau jasa yang dihasilkannya kepada konsumen, dan untuk membedakan usaha tersebut maupun barang atau jasa yang dihasilkannya dari badan usaha lain.

Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Merek di bedakan atas :
a. Merek Dagang: merek digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis.
b.  Merek Jasa: merek digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukun untuk membedakan dengan jasa sejenis.
c. Merek Kolektif: merek digunakan pada barang/jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang/badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang/jasa sejenis.

2.      BAGAIMANA HUMAS MEMBANTU PEMASARAN?
a.       komunikator 
b.      Pembina Relasi
  1. Back Up Manajement
d.      membangun citra positif dan sebagai penyambung lidah perusahaan
  1. Mampu mendukung efektivitas iklan dan wiraniaga.
CONTOH :
Mengelola brand equity saat ini merupakan bagian yang sangat penting, karena  brand equity merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi perusahaan. Kunci sukses suatu bisnis adalah memiliki atribut keunggulan bersaing yang sulit ditiru oleh pesaing. Perusahaan yang memiliki merek yang kuat dapat dengan mudah merebut peluang bisnis yang ada dibandingkan perusahaan yang tidak memiliki merek yang kuat. Salah satu atribut yang sulit ditiru adalah merek yang sangat kuat. Perusahaan atau produk yang memiliki merek yang kuat cenderung lebih mudah memenuhi kebutuhan dan keinginan sesuai dengan persepsi pelanggan. Perusahaan juga akan lebih mudah menempatkan (positioning) produk yang lebih baik di benak pelanggan. Perusahaan yang telah memiliki  brand equity  (merek yang kuat) akan dengan mudah melakukan berbagai strategi pemasaran untuk memenangkan pasar.

3.      MENURUT KNAPP KULTURASI MERK MEMPUNYAI TIGA TUJUAN,COBA SEBUTKAN?
a.       Mendorong semua anggota organisasi memiliki keyakinan, perilaku, dan metode yang akan mendukung dan sejalan dengan karkeristik merek
b.      Meningkatkan kesadaran terhadap pandangan perbaikan diri dan organisasi
c.       Menghidupkan janji kepada konsumen yang telah melekat pada sebuah merek. Langkah utama kulturisasi merekadalah mengidentifikasi budaya saat ini, menentukan nilai yang mendukung dan yang tidak mendukung serta menambah nilai yang harus dimiliki oleh organisasi.
4.      DALAM MPR TERDAPAT TIGA STRATEGI COBA SEBUTKAN DAN BERI PENJELASAN?

Segmenting
Segmentasi disebut sebagai mapping strategy, karena di sini kita melakukan pemetaan pasar. Pemetaan ini merupakan proses yang kreatif, karena pasarnya sebenarnya sama, namun cara pandang kita terhadap pasar itulah yang membedakan kita dengan pesaing.

Pembagian segmen yang paling lazim dilakukan adalah berdasar kelas sosial ekonomi. Sebagai misal, pembagian yang sering dilakukan adalah membagi lapisan pasar menjadi empat kelas. Misal kelas C (kelas ekonomi rendah), kelas B (menengah), dan kelas AB (menengah atas) atau kelas A (golongan atas).

Disini contohnya adalah:

Misal, produk kartu ponsel “Tree” yang murah meriah cenderung ditujukan untuk golongan B dan golongan C. Sementara produk mobil mewah seperti “BMW” atau produk “tas Gucci” ditujukan untuk segmen kelas atas.

Targeting
      Targeting adalah proses memilih target market yang tepat. Dalam proses ini perusahaan mempertimbangkan apakah akan memilih segemen massal, beberapa segmen, segmen kecil, dan segmen sangat kecil. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih segmen yaitu sumber daya perusahaan. Dalam hal ini tentu saja serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus pas dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak kita tuju.

Disini contohnya adalah:

Misal, produk-produk tas dan sepatu mewah seperti dengan merk “Gucci” atau “Louis Vuitton”, mereka selalu memilih mal kelas atas untuk membuka outletnya.  Bukan di mal kelas atau pasar tradisional. Hal ini dilakukan agar kegiatan pemasaran yang dilakukan pas dan tepat sasaran dengan segmen pasar yang ditujunya.

Positioning
Positioning produk adalah langkah menciptakan keunikan posisi produk dalam benak atau persepsi pelanggan potensial yang akan dibidik.

Disini contohnya adalah:

Misal, Mobil mewah “BMW” selalu mencitrakan dirinya sebagai kendaraan mewah nanelegan. Pada sisi lain kartu ponsel “Three” selalu mencoba memposisikan dirinya sebegai produk rakyat kebanyakan yang murah dan tersedia dimana-mana.

Positioning yang pas menjadi sangat penting, sebab dengan begitu mereka bisa meraih simpati dalam benak pelanggan. Dan selanjutnya hal ini bisa mendorong mereka untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan.

5.      APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG SOCIAL MARKETING COBA JELASKAN?
Strategi dan implementasi untuk merubah perilaku sosial menggunakan prinsip-prinsip marketing, bertujuan untuk meningkatkan penerimaan dan merubah perilaku atas ide-ide sosial kepada masyarakat (kelompok sasaran)
Sebuah proses untuk mempengaruhi tingkah laku manusia pada skala besar, menggunakan prinsip-prinsip pemasaran untuk tujuan keuntungan sosial dibandingkan tujuan komersil. (Smith, 1999)
Sebuah strategi untuk merubah perilaku. Ia mengkombinasikan elemen-elemen terbaik dari pendekatan tradisional menuju perubahan dalam sebuah perencanaan yang terintegrasi dan sebuah perencanaan kerja, dengan menggunakan keahlian teknologi komunikasi dan kemampuan marketing. (Philip Kotler and Eduardo L. Roberto, 1989)
Dari beberapa definisi diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa social marketing adalah strategi yang digunakan untuk memasarkan produk-produk non komersial atau social product dengan tujuan akhir untuk mengubah perilaku sosial masyarakat. Produk Non-Commercial dapat diartikan sebagai Produk yang dilempar ke pasaran dengan tidak mencari keuntungan semata, tetapi lebih pada aspek pemasyarakatan produk tersebut, contoh: alat KB, Gerakan daur ulang, gerakan menolak korupsi.
Dalam social marketing, produk tidak dapat diidentifikasikan dengan mudah, karena produk yang akan dipasarkan tidak selalu berupa barang yang nyata atau jasa yang dapat dirasakan secara langsung oleh konsumennya (target adopter). Produk  dalam social marketing lebih luas dan variatif  dari produk yang akan dipasarkan oleh pemasaran komersial. Hal tersebut dikarenakan produk dalam social marketing dapat berupa ide atau menawarkan kebiasaan baru. Selain itu, bila produk dalam social marketing berupa produk konkret, produk tersebut merupakan produk yang jarang digunakan oleh masyarakat, misal: alat KB untuk pria.
6.      BAGAIMANA SEORANG PR MENGHADAPI KELUHAN PELANGGAN, BERI PENJELASAN?

·         Mendengarkan dan Memahami
Setelah Anda telah mendengarkan keluhan pelanggan dengarkan seolah-olah berada di posisi mereka , Manfaatnya menciptakan ikatan antara Anda dan pelanggan sehingga mereka tahu Anda telah mendengar kekhawatiran mereka dan akan mencari solusi mereka untuk mengatasi masalah tersebut.

·         Hindari Sikap Yang Terlalu Kaku
Terkadang pelaku usaha menghadapi konsumen dengan sikap yang terlalu kaku atau monoton sehingga konsumen merasa kurang diperhatikan.
·         Berempati
Setelah Anda telah mendengarkan keprihatinan mereka segera berempati dan rasakan bila anda berada di posisi mereka , Manfaatnya untuk menciptakan ikatan antara Anda dan pelanggan sehingga mereka tahu Anda telah mendengar kekhawatiran mereka .
·         Tawarkan Solusi
Menawarkan solusi untuk masalah mereka. Dalam hal ini, selalu fokus pada apa yang dapat Anda lakukan sebagai lawan dari apa yang Anda tidak bisa. Selalu ada solusi. Ini mungkin tidak persis seperti apa yang mereka minta, tetapi jika Anda berfokus pada apa yang dapat Anda lakukan dibandingkan menolak mereka ,Mereka meminta Anda masih menawarkan solusi dan sering hanya memiliki pilihan lain adalah cukup untuk memperbaiki situasi.
·         Jalankan Solusi
Memecahkan masalah mereka baik itu dengan sesuai prosedur atau dengan cara alternatif yang lebih mudah.
·         Follow-Up
Setelah Anda telah melalui empat langkah pertama, pastikan untuk menindak lanjuti dengan pertanyan kepada mereka dengan masalah lainnya , untuk memastikan bahwa mereka puas dengan pelayanan yang anda berikan .
·         Catat Semua Komplain Pelanggan dan Jadikan Bahan Evaluasi
Terakhir, catat semua komplain yang disampaikan konsumen dan jadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan Anda kedepannya. Dari pengalaman-pengalaman tersebut, Anda bisa menciptakan solusi atau cara baru untuk membangun kepuasan para pelanggan Anda.

7.      APA YANG ANDA PAHAMI TENTANG SERVICE OF EXELLENT?
Service excellence adalah pelayanan yang diberikan oleh seseorang atau organisasi yang membuat pelanggan senang, datang lagi dan mengajak rekan-rekannya untuk menikmati kesenangan yang pernah dinikmatinya.
service excellence, yaitu tatacara  melayani konsumen secara prima dengan konsep 3 A (Attitude, Attention dan Action). Sebenarnya konsep  ini  dapat  diberlakukan  untuk  segala  bidang  kegiatan  seperti  penjual melayani pembeli, penguasha melayani para relasinya, guru melayani pelajar dan pemerintah melayani masyarakat, pelayanan organisai kepada staf dan  service excellence antara rekan kerja . Tentu saja tujuan utama dari pelayanan  ini  adalah  terpeliharanya  kepuasan  pelanggan,  pemakai,  klien, relasi dan teman.
Service excellence dikembangakan berdasarkan prinsip-prinsip 3 A :
Pertama kita harus menyajikan ATTITUDE (SIKAP) yang benar.
Kedua Kita harus memberikan ATTENTION (PERHATIAN) yang tidak terbagi.
Ketiga diatas semuanya pelanggan mencari ACTION (TINDAKAN)



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya